Rabu, 01 September 2010

Geisha Makeover: Feel the experience! (7)


Seperti yang sudah ditulis sebelumnya, Kyoto saat itu benar-benar padat sama turis lokal maupun internasional. Jadi semua perhentian bus dan busnya itu sendiri padat dengan pengunjung. Dan ini juga berimbas ke jalanan. Kyoto macet parah! karena waktu yang banyak terbuang di jalan, akhirnya kami mutusin untuk membatalkan rencana ke Heian Shrine. Apalagi temenku juga sebelumnya sudah bilang kalo Heian shrine cuma bagus kalo lagi sakura. Jadi kalo waktu nggak cukup, Heian shrine bisa dibuang dalam daftar itinerary.  Sopir bus juga menyarankan kami untuk jalan kaki saja karena udah dekat, daripada naik bus tapi nggak nyampe-nyampe. Kenapa saya bisa ngerti? Ya karena ada si Arief! Hihihi.

Akhirnya kami turun di Gion dan memutuskan untuk jalan kaki menuju tempat geisha makeover. Sebelumnya karena kelaparan, kita mutusin buat makan siang dulu. Di jalan, kami melewati Minamiza Theatre, tempat pertunjukkan kabuki dan geisha sering dilakukan. Karena kelaparan, foto-foto cukup dilakukan diseberang jalan saja dan langsung masuk ke resto terdekat. Makanan hari itu terasa lezat apalagi hari itu ditraktir sama Arief! Hehehe. Thank you, rief! You’re the best!

Selesai makan, kami langsung mencari Maica, tempat kami janjian untuk melakukan geisha makeover. Ternyata peta yang diberikan oleh tempat itu, sangat tidak sesuai dengan petunjuk yang ada. Kami kebingungan mencari dimana letaknya. Bertanya-tanya kepada orang-orang di jalan, tapi tidak ada seorangpun juga yang tahu dimana tempat itu. Fiuh! Untungnya, arief membawa hp dan dia akhirnya menelpon tempat itu. Tapi meskipun sudah dipandu oleh orangnya, kami masih belum juga menemukan tempat  itu.  Akhirnya, tiba-tiba ada seorang nenek yang (ajaibnya!) bisa bahasa Inggris dan rumahnya dekat dengan Maica. Jadi dia yang nganterin kesana. Sampe disana, ternyata ada kesulitan double. Ownernya ga bisa bahasa Inggris!! *tutup muka*. Awalnya, ada asistennya yang lumayan bisa ngomong n bantuin kita waktu pemilihan paket dan pembayaran, tapi habis itu, tu orang ngilang. Jadilah kita terdampar sendirian di sana. Hiks. Finally, ada satu pengunjung yang lagi foto, lumayan bisa bahasa Inggris. Akhirnya dia yang bantuin kita. Praise The Lord!

Aku kebagian didandanin duluan. Sayangnya , kita ga boleh foto proses make up nya sama sekali. Jadi ga bisa liat. Muka putih2 semua n dipasangin rambut palsu. OMG, ternyata aku bener2 ga cocok deh ala2 Jepang gitu. Maya lebih pantes soalnya dia lebih kayak orang Jepang. Hehehehe. Baru tahu juga kalo ternyata jadi Geisha itu ga gampang juga. Mereka harus bawa besi yang lumayan berat gitu di belakang. Katanya sih isinya abu orangtua atau leluhurnya. Nggak tahu juga deh bener apa engganya. Yang pasti, begitu tiba sesi foto-foto, kita langsung manggil si Arief. Eh, lucunya dia udah nggak mengenali kita. Wakakaka. Katanya,”loh, aku kira sinden darimana ini..”. Hihihi..


Before Makeover

After Makeover


Selesai merasakan jadi “geisha”, kita buru-buru meneruskan perjalanan ke Kiyomizudera soalnya udah kesorean banget. Jalan kesana cukup ribet dan melelahkan soalnya menanjak. Es krim – es krim yang dijual di sepanjang jalan bener-bener tempting.

Kiyomizudera

Sore itu Kiyomizudera ramenya audjubillah. Kita akhirnya cuma lihat-lihat sekeliling karena udah kecapekan. Lagipula Maya yang saltum, akhirnya masuk angin. Hihihi. Sorry may, bukan ketawain kamu sakit, tapi ketawain saltumnya kita. Wakaka. Pulang dari sana, kita merasa lega banget karena hari sudah terlalui dengan baik. Thanks a lot to Arief!




Buat kamu yg pengen ke Jepang dengan biaya murah, klik disini:

http://www.travelhemat.com/travelhemat-jepang/?id=chicha6783


Tidak ada komentar:

Posting Komentar