Seperti yang sudah ditulis sebelumnya, Kyoto saat itu benar-benar padat sama turis lokal maupun internasional. Jadi semua perhentian bus dan busnya itu sendiri padat dengan pengunjung. Dan ini juga berimbas ke jalanan. Kyoto macet parah! karena waktu yang banyak terbuang di jalan, akhirnya kami mutusin untuk membatalkan rencana ke Heian Shrine. Apalagi temenku juga sebelumnya sudah bilang kalo Heian shrine cuma bagus kalo lagi sakura. Jadi kalo waktu nggak cukup, Heian shrine bisa dibuang dalam daftar itinerary. Sopir bus juga menyarankan kami untuk jalan kaki saja karena udah dekat, daripada naik bus tapi nggak nyampe-nyampe. Kenapa saya bisa ngerti? Ya karena ada si Arief! Hihihi.
Akhirnya kami
turun di Gion dan memutuskan untuk jalan kaki menuju tempat geisha makeover.
Sebelumnya karena kelaparan, kita mutusin buat makan siang dulu. Di jalan, kami
melewati Minamiza Theatre, tempat pertunjukkan kabuki dan geisha sering
dilakukan. Karena kelaparan, foto-foto cukup dilakukan diseberang jalan saja
dan langsung masuk ke resto terdekat. Makanan hari itu terasa lezat apalagi
hari itu ditraktir sama Arief! Hehehe. Thank you, rief! You’re the best!
Selesai makan,
kami langsung mencari Maica, tempat kami janjian untuk melakukan geisha
makeover. Ternyata peta yang diberikan oleh tempat itu, sangat tidak sesuai
dengan petunjuk yang ada. Kami kebingungan mencari dimana letaknya.
Bertanya-tanya kepada orang-orang di jalan, tapi tidak ada seorangpun juga yang
tahu dimana tempat itu. Fiuh! Untungnya, arief membawa hp dan dia akhirnya
menelpon tempat itu. Tapi meskipun sudah dipandu oleh orangnya, kami masih
belum juga menemukan tempat itu. Akhirnya, tiba-tiba ada seorang nenek yang
(ajaibnya!) bisa bahasa Inggris dan rumahnya dekat dengan Maica. Jadi dia yang
nganterin kesana. Sampe disana, ternyata ada kesulitan double. Ownernya ga bisa
bahasa Inggris!! *tutup muka*. Awalnya, ada asistennya yang lumayan bisa
ngomong n bantuin kita waktu pemilihan paket dan pembayaran, tapi habis itu, tu
orang ngilang. Jadilah kita terdampar sendirian di sana. Hiks. Finally, ada
satu pengunjung yang lagi foto, lumayan bisa bahasa Inggris. Akhirnya dia yang
bantuin kita. Praise The Lord!
Aku kebagian didandanin duluan. Sayangnya ,
kita ga boleh foto proses make up nya sama sekali. Jadi ga bisa liat. Muka
putih2 semua n dipasangin rambut palsu. OMG, ternyata aku bener2 ga cocok deh
ala2 Jepang gitu. Maya lebih pantes soalnya dia lebih kayak orang Jepang.
Hehehehe. Baru tahu juga kalo ternyata jadi Geisha itu ga gampang juga. Mereka
harus bawa besi yang lumayan berat gitu di belakang. Katanya sih isinya abu
orangtua atau leluhurnya. Nggak tahu juga deh bener apa engganya. Yang pasti,
begitu tiba sesi foto-foto, kita langsung manggil si Arief. Eh, lucunya dia
udah nggak mengenali kita. Wakakaka. Katanya,”loh, aku kira sinden darimana
ini..”. Hihihi..
| Before Makeover |
| After Makeover |
Selesai merasakan jadi “geisha”, kita
buru-buru meneruskan perjalanan ke Kiyomizudera soalnya udah kesorean banget.
Jalan kesana cukup ribet dan melelahkan soalnya menanjak. Es krim – es krim
yang dijual di sepanjang jalan bener-bener tempting.
| Kiyomizudera |
Sore itu Kiyomizudera ramenya audjubillah.
Kita akhirnya cuma lihat-lihat sekeliling karena udah kecapekan. Lagipula Maya
yang saltum, akhirnya masuk angin. Hihihi. Sorry may, bukan ketawain kamu
sakit, tapi ketawain saltumnya kita. Wakaka. Pulang dari sana, kita merasa lega
banget karena hari sudah terlalui dengan baik. Thanks a lot to Arief!
Buat kamu yg pengen ke Jepang
dengan biaya murah, klik disini:
http://www.travelhemat.com/travelhemat-jepang/?id=chicha6783
http://www.travelhemat.com/travelhemat-jepang/?id=chicha6783
Tidak ada komentar:
Posting Komentar